Selasa, 30 April 2013

chapter 1

Air matanya tak berhenti mengalir. membasahi kedua pipinya. menyisakan kotoran hitam bekas makeup yang terguyur air mata. tak bisakah dia berhenti menangis? berhenti meratapi kepergian ayah yang begitu dicintainya. ayah yang dia kenal sebagai sosok yang kuat. ayah yang sudah membesarkannya sebagai seorang single parent selama 15 tahun. kini andara resmi menjadi gadis sebatang kara.sungguh ironis kehidupannya. apa jadinya gadis yang baru beranjak dewasa tanpa kasih sayang orang tuanya yang telah berada disana..diatas sana..disurga

kehidupan memang menjadi sebuah rahasia. apa yang akan terjadi 5 menit kedepan? who knows? hanya dialah yang tau apa yang akan terjadi. saat matahari menuju tahtanya. saat matahari lelah dan ingin beristirahat. mungkinkah kita tau, kapan bumi ini akan terpecah belah? jawabannya masih sama. tak ada yang tau, bahkan tak ada yang mampu menebaknya.

para pelayat itu mulai pergi satu persatu, menyisakan andara dan sahabatnya loni yang masih dengan setia menunggu andara. dalam benak loni, apa lagi yang akan diambil dari gadis ini ?
"ra, seseorang yang kita cintai dan telah tiada gak boleh terus diratapi seperti ini. kamu tau ra, papa kamu udah disana, disurga nemenin mama kamu. mereka ninggalin kamu supaya kamu bisa mandiri. kamu harus tegar dan buktiin kalo kamu bisa jadi anak mandiri"
gadis itu terdiam. dia tak mampu mengeluarkan sepatah kata. loni mungkin benar, "papa sama mama pengen aku mandiri" katanya dalam hati. tapi gadis cantik berambut pirang itu belum sanggup ditinggal kedua orang tuanya sendiri. siapa yang akan merawatnya nanti? dan andara hanya bisa pasrah. orang yang sudah mati tak mungkin hidup kembali. sekarang dia memang sudah harus bangkit. tak boleh berlama-lama bersedih.
"papa mama, aku andara anak kalian. jangan takut pa ma, aku bakal jadi orang yang tegar dan banggain kalian" seulas senyum terlukis di wajah andara



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for leaving comment in this entry :))