[ SPOILER ALERT !! ]
Mengisahkan tentang seorang gadis SMA bernama Prity Diana (wkwkwk nama yang ’unik’)—atau Dee—yang memiliki obsesi: pacaran dengan cowok tajir. Setelah bosen pacaran dengan Elbert, cowok ’baik-baik’ yang baik, pinter, rajin, jarang keluar, pokoknya tipe yang disukai calon mertua deh! Bosen dengan cowok seperti itu, saat ia kelas 3 SMA di SMA Permata—itu berarti Elbert udah lulus dan kuliah di Yogyakarta—Dee mulai pencarian cowok tajir-nya.
Semua berawal saat pesta ulang tahun Ane. Dee berkenalan dengan Rendy Alexander, sepupu Ane, yang tajirnya nggak ketulungan. Rendy kuliah di UI (yang udah pasti mahal!), punya mobil Altis, dan lulusan SMA Cahaya Harapan --> sekolahnya sekolah elite (yang masuk situ hanya orang-orang berduit). Dee seneng banget, apalagi saat Rendy datang ke sekolahnya untuk menonton Permata Cup!
Bahagianya, pertemuan itu nggak sampai di situ aja. Rendy sering mengajak Dee jalan-jalan kemanaaa aja, entah cuma pengen nyicipin Warung Tekko. Bahkan suatu ketika, Rendy mengganti panggilan ’gue-elo’ dengan ’aku-kamu’. Wuih! Ini pertanda, Rendy udah mulai serius sama Dee! Bahagianya Dee, dan bertambahlah satu hobinya: menggambar bunga matahari (menandakan Rendy bagai matahari paginya yang memberikan sinar untuk hidupnya *wakakaka puitis abis).
Puncaknya adalah hari terakhir UN. Rendy menjemput Dee. Pas Dee ngeliat Rendy di gerbang sekolahnya, tanpa basa-basi Dee langsung meluk Rendy! Rendy pun balas memeluknya hangat, dan mencium keningnya. Waoooww~! Tanpa ba-bi-bu, jadilah mereka jadian...
Dee pun mulai dikenalin sama keluarganya Rendy. Ada Om Adi (ayah Rendy), Tante Deviana (ibu tiri Rendy), dan Viola (adik tiri Rendy) -> berhubung ayah dan ibu kandung Rendy bercerai, jadi ayah Rendy menikah lagi. Tapi, Dee agak nggak suka sama ibu Rendy. Ia tampak menilai Dee dari pekerjaan orangtuanya atau lebih tepat menilainya seperti barang !
Dee pun ingin tau tentang Rendy. Maka ia bertanya pada Tiffany, sepupunya, yang juga sekolah di Cahaya Harapan. Tapi yang didapatnya malah kabar buruk! Menurut Tiffany, Rendy itu MATRE! Ia hanya mau pacaran dengan cewek-cewek kaya. Salah satu korbannya adalah teman baik Tiffany, Mitzi. Rendy mutusin Mitzi, 2 hari setelah Mitzi membelikannya stik biliar yang selama ini ia inginkan! Waooow, unbelievable!
Mendapat berita ini, Dee mendadak sakit. Ia hanya gadis biasa, bukan gadis kaya. Tapi mengapa Rendy mau dengannya kalau memang ia matre? Semua buyar, ketika Rendy menjenguk Dee dirumahnya yang mungil. Rendy nggak komentar apa-apa, tapi ia malah merawat Dee penuh kasih sayang. Dee mulai berpikiran kalau Rendy sudah berubah. Rendy nggak mementingkan harta Dee. Rendy mau dengan Dee karena Rendy cinta pada Dee—begitu pikir Dee.
Tapi Dee mulai ragu. Setelah peristiwa sakitnya, Rendy menghilang. Tanpa jejak. Dicaripun, tak ada yang tahu ia kemana. Tentu, Dee sedih. Apalagi begitu Stefan—tetangga dan temannya sejak kecil—mengajaknya ke suatu tempat yang tak lain adalah rumah duka. Tebak siapa yang meninggal? Mama tirinya Rendy, Tante Deviana! Di situ, Dee bertemu Rendy, tapi hanya sekilas. Di situ ia juga bertemu ibu kandung Rendy—Tante Nadya—yang menceritakan semua rahasia tentang keluarga mereka pada Dee, yang kontan membuat Dee terkejut bukan main.
hemmm *jengg jengg jengg
**
**
Jadi awalnya, usaha Om Adi meningkat, dan menurut Tante Nadya, cukuplah untuk mereka hidup sederhana saja. Tapi Om Adi nggak puas. Ia ingin ’lebih’. Maka ia bertemu Tante Deviana, dan bermain curang. Tante Nadya nggak mau itu, maka mereka bercerai dan Tante Nadya pindah (saya lupa kemana). Rendy yang masih sekolah di Jakarta, ikut ayahnya. Om Adi pun menikah lagi dengan Tante Deviana, dan makin bermain curang. Rendy dan Viola pun makin bergelimangan harta, dan makin tersilaukan oleh uang. Tapi sayangnya, suatu hal terjadi dan perusahaan Om Adi menuju kebangkrutan. Banyak orang yang tidak mau meminjamkan uang karena sudah tahu Om Adi seperti apa. Tante Deviana stres, dan akhirnya meninggal karena serangan jantung.
**
Begitu mendengarnya, Dee kaget bukan main. Ternyata Rendy-yang-matre itu samasekali bukan gosip! Itu memang kenyataan. Dee makin putus asa. Apalagi ditambah dengan penuturan kedua orangtuanya yang menyatakan bahwa sebenarnya keluarga Dee itu kaya raya dengan keuangan 10 digit ! —tapi orangtuanya memutuskan untuk hidup sederhana karena tak mau Dee jadi anak manja. yah bisa dibilang snab kayak sepupunya Tiffany dan Jennifer Ditambah lagi dengan penjelasan Stefan, bahwa sebenarnya Rendy sudah tahu Dee itu anak orang kaya dan mendekatinya demi uangnya.
Walau begitu, Dee tetap mencintai Rendy. Ia tetap mengundang Rendy di ultah Sweet Seventeen-nya. Tapi...dengan ketidakhadiran Rendy di ultahnya, membuat Dee mau tak mau harus rela melupakan Rendy dan kuliah di luar negeri. Dee makin sedih, walau dalam hati ia tak mau berhenti mencintai Rendy. Ia pun pelan-pelan mulai belajar membuka hati untuk Stefan.
Tapi, kejutan tak berhenti datang. Kenyataan demi kenyataan menghampiri Dee. Kenyataan menyakitkan, mengejutkan, dan menggembirakan. Klimaksnya, adalah ketika Dee di pesawat terbang menuju ke Singapura. Well mau tau endingnya ???
okeyyy sipp !
gini deh, sebelum keberangkatannya Dee ke Singapore, dee kehilangan ipod kesayangannya sebagai hadiah sweet 7teen dari sahabat-sahabatnya dan yah sedih banget dong ! --jelas banget. Trus siapa sih yang gak bosen kalo di pesawat gak ada kerjaan, so Dee cari kesibukan gitu yah pertama nyoba buat liat-liatin ponsel siapa tau si Rendy sms gitu hmm, but nothing ! no message from him ! sedih lagi untung si Dee gak nangis jadi Dee nyoba buat baca majalah yang emang udah disiapin buat dibaca pas dipesawat tap..tapi isi majalahnya tentang kisah cinta yang hancur lah o.O makin deh sedihnya si Dee.... =(
et et, tapi tau gak apa yang ditemuin si Dee ??? i-p-o-d ! dan yah Dee nyoba buat ngutak ngatik ipodnya takut lagu-lagunya uda diobrak abrik sama TUTUTTTTTT !
well, ternyata Dee kebuka sama satu folder berisi video dan yah dia buka aja videonya dan yang mucul hemmmmmm R-E-N-D-Y ..........
mau tau kelanjutannya ? baca sendiri yah novel karangannya Debbie Widjaja ini bagus banget kok, gue aja sampe emm n-a-n-g-i-s huehehe -..-v lebeyy deh =p tapi gapapa yah =)
okay, c u in my next entry gals =*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Thanks for leaving comment in this entry :))